Danramil Paiton Kapten Cke Adi Suwarso Menghadiri Resepsi Milad Ke 113 PD Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo



Komandan Koramil (Danramil) 0820-16/Paiton Kapten Cke Adi Suwarso mewakili Dandim 0820/Probolinggo Letkol Arh Iwan Hermaya menghadiri kegiatan resepsi Milad ke 113 PD Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (18/1).

Danramil 0820-16/Paiton Kapten Cke Adi Suwarso mengatakan Muhammadiyah telah mencatatkan sejarah panjang sejak didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 sebagai gerakan pembaruan Islam yang menekankan pentingnya pendidikan, kesehatan, sosia serta pemberdayaan umat.

Selama lebih dari satu abad Muhammadiyah telah membuktikan diri sebagai kekuatan moral dan sosial yang konsisten dalam membangun peradaban bangsa."Selamat dan apresiasi atas Milad ke-113 Muhammadiyah serta menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Muhammadiyah atas dukungan, sinergi dan peran aktifnya dalam pembangunan di Kabupaten Probolinggo," kata Kapten Cke Adi Suwarso.

Perwira murah senyum ini menambahkan, kehadiran Muhammadiyah tidak hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak. "Kami berharap pemerintah daerah terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Muhammadiyah dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, sosial serta penguatan nilai-nilai kebangsaan," ujarnya.

Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo Sigit Prasetyo menyampaikan Muhammadiyah terus berkomitmen mengembangkan pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada kemajuan. Peserta didik kami datang dari berbagai kalangan masyarakat. Karena itu nilai toleransi kebersamaan dan moderasi menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan yang kami jalankan

Kontribusi Muhammadiyah tidak berhenti pada sektor pendidikan. Organisasi ini juga aktif dalam pelayanan sosial, kesehatan serta penanggulangan bencana. “Kepedulian terhadap anak yatim, kaum dhuafa dan masyarakat rentan menjadi bagian dari gerakan nyata Muhammadiyah di tengah masyarakat,”ungkapnya 

Sigit juga berharap adanya kebijakan afirmatif dari pemerintah pusat, khususnya bagi guru-guru sekolah swasta. Dedikasi para guru selama ini telah menjadi pilar utama dalam mencerdaskan generasi bangsa. “Guru-guru kami bekerja dengan penuh keikhlasan jika kesejahteraan mereka diperhatikan kualitas pendidikan tentu akan semakin meningkat,"tuturnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama